Marius Gunawan telah memperoleh gelar master dalam ilmu sosial dari Universitas Wales, Cardiff, UK, dan Komunikasi Sosial dari Universitas Pontifikal Gregoriana, Roma, Italia. Ia memiliki pengalaman profesional lebih dari 20 tahun, bekerja dengan berbagai LSM dan lembaga, baik di tingkat lokal, nasional, maupun regional, seperti: World Wide Fund for Nature (WWF), The Nature Conservancy (TNC), Transparency International (TI) Asia Pasifik, Badan PBB UNODC, AidEnvironment Asia, GIZ, Kemitraan, proyek – proyek USAID, EU, dan Bank Dunia.
Pengalaman beliau mencakup: perencanaan, pengembangan, pengelolaan, dan implementasi proyek di tingkat nasional dan regional Asia Pasifik dengan fokus pada isu Kehutanan, Konservasi, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Keuangan Hijau dan Berkelanjutan,
Perubahan Iklim, Anti Korupsi dan Pencucian Uang, Tata Kelola yang Baik, Komunikasi, Pembangunan Masyarakat, dan isu-isu Pembangunan Berkelanjutan.
Soelthon Gussetya Nanggara, pria kelahiran Jember, Jawa Timur. Lulusan tahun 2005 dari departemen konservasi sumber daya hutan, fakultas kehutanan, institut pertanian bogor. Memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam riset-riset spasial dan kebijakan kehutanan di Indonesia. Saat ini menjadi Ketua Perkumpulan Forest Watch Indonesia.
Keterlibatan dalam riset dan publikasi diantaranya, potret keadaan hutan indonesia, panduan penilaian kinerja pembangunan KPH FWI 1.0, 6 tahun Implementasi Ispo, Silang sengkarut pemanfaatan hutan dan lahan di 6 provinsi, dan lain-lain.
Selain itu juga terlibat dalam pengembangan modul-modul pemantauan hutan dan kinerja pemanfaatan hasil hutan untuk masyarakat sipil.
Fathi Hanif adalah seorang spesialis dan analis kebijakan berkewarganegaraan Indonesia yang memiliki keahlian di bidang hukum lingkungan, sumber daya alam, sistem peradilan pidana, serta penyusunan regulasi (legal drafting), dan merupakan advokat berlisensi PERADI. Beliau menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Muhammadiyah Jakarta (1995), Magister Hukum Bisnis di Universitas Indonesia (2011), serta mengikuti pelatihan hukum lingkungan di Australia (2001). Dalam kariernya, Fathi Hanif berpengalaman mengisi berbagai posisi penting seperti Policy and Legal Expert di FKKM, Forest/Environmental Law Specialist di Otorita Ibukota Nusantara (OIKN), National Project Coordinator di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hingga Senior Legal Specialist di Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Selain terlibat dalam tim revisi UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan tim hukum gugatan class action banjir Jakarta, beliau juga aktif menerbitkan publikasi, termasuk buku panduan pelaporan masyarakat atas kejahatan pencucian uang di sektor kehutanan.
Dr. Derry Wanta adalah seorang spesialis keuangan dan tata kelola yang berpengalaman lintas sektor publik, swasta, dan filantropi, dengan fokus keahlian pada keuangan berkelanjutan (sustainable and climate finance). Beliau meraih gelar Doktor Akuntansi dari Universitas Trisakti yang berfokus pada tata kelola blue finance, serta memegang sertifikasi profesional seperti Certified Government Risk Management (CGRM), Green Finance Specialist (RENAC Berlin), dan Ocean Governance. Dalam rekam jejak kariernya, Derry pernah memegang posisi ahli dan kepemimpinan di berbagai lembaga terkemuka, seperti The World Bank, USAID, ICCTF, Kementerian PPN/Bappenas, GIZ, UNDP, UNEP, hingga ExxonMobil. Di samping aktif menerbitkan berbagai publikasi ilmiah bertema blended finance dan ESG, ia saat ini menjabat sebagai Vice Director di Indonesia Blue Economy Center serta Head of Secretary di Indonesia Working Group of Forest Finance (IWGFF).
Willem Pattinasarany adalah seorang pakar tata kelola kehutanan, keuangan berkelanjutan, serta penegakan hukum lingkungan hidup berbasis tindak pidana pencucian uang (anti-money laundering) yang berlatar belakang pendidikan Manajemen Hutan dari Universitas Pattimura, Ambon.
Saat ini, beliau menjabat sebagai Ketua Eksekutif Perkumpulan Komunitas Keuangan Kehutanan Indonesia (Indonesian Working Group on Forest Finance – IWGFF) setelah sebelumnya berkarier panjang sebagai Koordinator Nasional IWGFF (2004–2022) serta aktif menjadi konsultan untuk lembaga internasional seperti WWF, UNDP, BAPPENAS, dan OJK.
Sepanjang kariernya, Willem berpengalaman luas memimpin berbagai riset, advokasi green banking, investigasi kejahatan kehutanan dan satwa liar, hingga penyusunan modul serta panduan penegakan hukum bersama PPATK, UNODC, dan kementerian/lembaga terkait.
Teguh Setiono adalah seorang profesional di bidang manajemen keuangan, tata kelola demokratis, dan program anti-korupsi yang memiliki latar belakang pendidikan Sosial Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Manajemen Ekstensi dari Universitas Indonesia (UI). Saat ini, beliau menjabat sebagai Finance Manager di Indonesia Working Group of Forest Finance (IWGFF) sejak Agustus 2023, setelah sebelumnya berpengalaman sebagai Program Developer di Indonesia Budget Center serta berkarier panjang di Transparency International Indonesia (TI-Indonesia) dari tahun 2005 hingga 2021. Selama di TI-Indonesia, Teguh memegang berbagai posisi strategis seperti Democratic Governance Coordinator, Anti Corruption Coordinator for Forestry Program, Program Officer, hingga Finance Officer, yang berfokus pada advokasi akuntabilitas pendanaan politik, pengawasan tata kelola kehutanan, serta pengelolaan keuangan dan program berskala besar.
Richard Sahetapy adalah seorang Program Specialist yang tergabung dalam tim sekretariat di IWGFF sejak tahun 2007.
IWGFF sendiri merupakan sebuah kelompok kerja atau lembaga advokasi independen di Indonesia yang berfokus pada isu keuangan kehutanan, keuangan berkelanjutan (sustainable finance), dan mendorong implementasi green investmen kepada industri perbankan di Indonesia.
Rekam jejak dan peran utama di IWGFF:
Seorang profesional, peneliti, dan aktivis yang memiliki rekam jejak panjang dalam gerakan transparansi, pemantauan tata kelola publik, dan pelibatan masyarakat (community engagement).
Saat ini, sebagai pengajar materi Public Speaking dan Digital Marketing di Yayasan Mitra Mandiri Indonesia (YMMI), selain itu juga aktif memperkuat program kampanye, informasi, dan komunikasi di IWGFF (Indonesian Working Group on Forest Finance), yang berfokus pada tata kelola dan pendanaan sektor kehutanan serta lingkungan di Indonesia
Sekaring Tias merupakan alumni pendidikan dari Institut Pertanian Bogor (IPB)saat ini tercatat bekerja sebagai staff di Indonesian Working Group on Forest Finance (IWGFF) sejak Juli 2024 hingga sekarang. Perannya bertanggung jawab mengelola kelancaran tata usaha administrasi dan keuangan.