Willem Pattinasarany

Ketua Badan Pengurus

SAHABAT KEUANGAN HIJAU

As a forum, the IWGFF is an organization comprised of various members, both institutional and individual, concerned with policy issues in the financial and forestry sectors in Indonesia. The IWGFF has assumed the role of a group capable of facilitating dialogue with various stakeholders, facilitating various forest finance studies, and facilitating the collection of financial data and information in the forestry sector.

Through the role and function of the IWGFF which is supported by the resources of its members, the IWGFF can be managed as a group that can have a strategic bargaining position to conduct dialogue to influence policy makers to encourage the realization of clean governance in the management of healthy and sustainable forest resources. 

KABAR IWGFF

SIARAN PERS: Pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove: Momentum Mengubah Paradigma dari Pemadaman Menuju Pencegahan melalui Pendanaan Hijau dan Kolaborasi Multipihak

  Jakarta, 26 September 2026 Indonesia Working Group on Forest Finance (IWGFF) menyambut rencana pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut serta mangrove Indonesia. IWGFF memandang momentum ini harus menjadi titik balik untuk mengubah pendekatan penanganan kebakaran hutan dan

Read More »

Pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove: Momentum Mengubah Paradigma dari Pemadaman Menuju Pencegahan melalui Pendanaan Hijau dan Kolaborasi Multipihak

Argumen September 28, 2026 Indonesia Working Group on Forest Finance (IWGFF) menyambut rencana pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut serta mangrove Indonesia. IWGFF memandang momentum ini harus menjadi titik balik untuk mengubah pendekatan penanganan kebakaran hutan dan lahan

Read More »

ARTIKEL: Hashim Djojohadikusumo: B50–B100 Memanfaatkan 12,7 Juta Hektare Hutan Rusak: Tepatkah?

  Oleh: Marius Gunawan Ada ironi yang patut direnungkan ketika Indonesia ingin mempercepat transisi energi dengan memanfaatkan lahan hutan yang rusak. Kita ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi jangan sampai untuk menyelamatkan mesin kendaraan, kita justru memperpanjang penderitaan hutan, memperlemah daya dukung lingkungan, dan mewariskan bencana kepada generasi

Read More »

Hubungi Kami

Indonesian Working Group on Forest Finance (IWGFF)
Jalan Sempur Kaler No. 62, Bogor City,
West Java 16129 Indonesia
Phone: +62-815-5315-5515
Email: office@iwgff.or.id 

© IWGFF | All rights reserved | 2026