Willem Pattinasarany

Ketua Badan Pengurus

SAHABAT KEUANGAN HIJAU

As a forum, the IWGFF is an organization comprised of various members, both institutional and individual, concerned with policy issues in the financial and forestry sectors in Indonesia. The IWGFF has assumed the role of a group capable of facilitating dialogue with various stakeholders, facilitating various forest finance studies, and facilitating the collection of financial data and information in the forestry sector.

Through the role and function of the IWGFF which is supported by the resources of its members, the IWGFF can be managed as a group that can have a strategic bargaining position to conduct dialogue to influence policy makers to encourage the realization of clean governance in the management of healthy and sustainable forest resources. 

KABAR IWGFF

Calon Pemimpin Daerah Diharap Terapkan Green Democracy

Atalya Puspa 15/11/2024 19:54 DALAM hitungan hari KPU akan menggelar Pilkada untuk 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Besarnya sumber dana yang dibutuhkan membuat para kandidat kerap melakukan praktik kotor dan bersimbiosis dengan para pelaku bisnis di sektor hutan dan tambang. Praktik ini kerap diduga melahirkan kejahatan pencucian uang. Litbang Kementerian Dalam

Read More »

Merampas Aset, Mengejar Uang, Menyelamatkan Hutan Mengapa RUU Perampasan Aset Harus Memutus Rantai Ekonomi Korupsi dan Kejahatan Sumber Daya Alam

Oleh: Marius Gunawan (Forestry and Environmental Expert IWGFF) Korupsi hampir tidak pernah berakhir ketika seseorang menerima uang. Justru setelah uang berpindah tangan, perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Uang hasil korupsi dapat berpindah dari satu rekening ke rekening lain, masuk ke perusahaan, dibelikan tanah, saham, kendaraan, alat berat, atau ditanam kembali dalam

Read More »

Hubungi Kami

Indonesian Working Group on Forest Finance (IWGFF)
Jalan Sempur Kaler No. 62, Bogor City,
West Java 16129 Indonesia
Phone: +62-815-5315-5515
Email: office@iwgff.or.id 

© IWGFF | All rights reserved | 2026